Saturday, 27 October 2012

+ Nokia Terlempar dari 5 Besar Vendor Smartphone Teratas




Beberapa tahun lalu, kira-kira tahun 2003-2007, dengan platform Symbian, Nokia menguasai dunia smartphone. Menawarkan smartphone yang lebih terjangkau daripada pesaingnya saat itu, Windows Mobile, ditambah lagi kemudahan penggunaan baik secara hardware maupun software, wajar saja mereka menjadi nomor 1.

Namun semua berubah saat Apple merilis iPhone pada tahun 2007. Smartphone iOS besutan Steve Jobs itu segera booming, menggoyahkan kekuasaan Symbian, WinMo dan BlackBerry sekaligus. Apalagi ketika Google turut masuk ke persaingan dengan Android yang lebih terjangkau, fleksibel dan ada di hampir setiap rentang harga.

Data dari International Data Corporation (IDC) seakan mengamini hal tersebut. Nokia turun dari 5 teratas vendor smartphone pada kuartal ketiga tahun ini. Selama riset IDC yang dinamakan Mobile Phone Tracker ini dimulai sejak tahun 2004, inilah pertama kalinya Nokia keluar dari posisi 5 teratas.

Yang cukup menarik, sesama raksasa yang sedang terguncang, RIM, masuk ke 5 besar. Posisi pertama dipegang oleh Samsung yang mengapalkan 56 juta unit smartphone di kuartal 3 tahun ini (market share/MS: 31,3 persen). Diikuti Apple dengan pengapalan hampir 27 juta unit (MS: 15 persen). Lalu berturut-turut di urutan 3,4 dan 5 adalah Research in Motion (RIM), ZTE dan HTC.

Staf IDC mengatakan bahwa pangsa pasar Nokia anjlok dikarenakan transisi mereka dari Symbian ke Windows Phone, apalagi para pesaingnya (Samsung dan Apple) memanfaatkan hal tersebut dengan sangat baik. RIM juga sebetulnya sedang dalam masa transisi ke BlackBerry 10, mengakibatkan perangkat OS 7 mereka jarang dilirik orang (bukan di Indonesia tentunya). Demikian juga dengan Motorola yang membangun kembali kejayaan mereka setelah dibeli Google. Jadi persaingan tahun depan tampaknya akan semakin sengit.

Dengan total smartphone terjual mencapai 179,7 juta unit pada kuartal 3 tahun ini, pasar smartphone sendiri mengalami pertumbuhan 45,3 persen dibanding kuartal 3 tahun lalu (penjualan total 123,7 juta unit) dipimpin Samsung yang pertumbuhannya 100 persen lebih, Apple 57 persen dan ZTE 82 persen. Vendor asal China tersebut memiliki pertumbuhan yang sangat baik dikarenakan keputusannya untuk menjual produk di luar negeri, biasanya mereka hanya bergantung pada penjualan di negeri asalnya.




1 comment:

silahkan meninggalkan komentar anda disini, terima kasih..